Jumat, 15 Mei 2020

menulis reflektif


Assalamualaikum kawan-kawan!
Ditengah pandemi corona, membuat bulan Ramadan kali ini terasa berbeda sebab banyak kegiatan terpaksa dikerjakan dari rumah tak terkecuali kegiatan bulan Ramadan seperti salat terawih di rumah dan ditiadakannya  acara buka bersama. Walaupun berbeda, saya tetap bersyukur masih bisa merasakan berkahnya bulan Ramadan.



Selama bulan Ramadan di rumah, saya berusaha memotivasi diri untuk meningkatkan rutinitas beribadah dan banyak melakukan kegiatan positif seperti :

1.       Membuat target ibadah selama bulan Ramadan yang akan bertambah kegiatannya setiap 10 hari. Saya melakukan ini supaya kegiatan bulan ramadan saya efektif dan terorganisir.

2.       Mengurangi rutinitas mendengarkan lagu dengan mendengarkan murotal. Kenapa saya beralih mendengarkan murotal? Karena ketika saya merasa gelisah dan mendengarkan musik membuat saya tambah gelisah, hal itu membuat saya tergerak agar mendengarkan murotal.

3.       Menggunakan sosial media dengan hal-hal bermanfaat seperti mendengarkan ceramah dan membaca kisah sahabat nabi.

4.       Membersihkan rumah, kegiatan sederhana seperti ini mampu mengingatkan saya pentingnya menjaga kebersihan.

Itulah kegiatan yang saya lakukan untuk mengisi waktu luang selama bulan ramadhan di rumah. Walaupun tak banyak kegiatan yang dilakukan jika dilakukan secara istiqomah insya allah berkah dan banyak hikmah yang dapat dipetik dari kegiatan tersebut.

Saya memiliki sebuah cerita, ditengah wabah corona apalagi bersamaan dengan bulan Ramadan membuat beberapa orang kesulitan bekerja tak sedikit dari mereka dipulangkan dan akhirnya mereka tidak mempunyai pekerjaan. Oleh sebab itu, tak banyak orang ganti profesi harus mulai dari awal lagi. Saya miris mendengarnya, tetapi ada seorang bapak yang tetap bersyukur dia bilang “masih ada yang menginginkan kehidupan saya jadi buat apa mengeluh malah harusnya bapak bersyukur” seketika tubuh saya begetar, seulas senyum muncul diwajah saya. Sesempurnanya skenario paling sempurna skanerio allah, masya allah. Setelah mengatakan itu beberapa hari kemudian pelahan ekonomi bapak tersebut kembali membaik tak hanya itu beliau juga tak lupa untuk saling berbagi. Hati saya mehangat dan malu kerena saya kurang bersyukur dengan apa yang saya memiliki sekarang.

Kawan-kawan jangan lupa untuk bersyukur, jangan pernah merasa iri dengan kehidupan orang lain sebab ada juga orang yang ingin kehidupannya seperti kita. Maka bersyukurlah, karena hari ini masih diijinkan oleh allah untuk beribadah padanya. Tersenyumlah, tak semua masalah akan selesai dengan mengeluh cukup dengan tersenyum dan ikhlaskan apalagi sekarang bulan Ramadan kamu dapat minta ampun pada allah, tingkatkan ibadahmu dan dekatkan diri pada allah karena allah tidak akan sungkan menghapus dosa hambanya. 

Semoga kisah yang saya bagi bisa menginspirasi kawan-kawan !
Wassalamualaikum wr.wb